CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 08 Juli 2017

Tulisan : Tempat Berpulang

Dulu, aku jarang bisa memahami mengapa seseorang bisa berubah jadi sangat menyedihkan ketika berbicara perihal hati, mungkin karena dulu aku tak benar benar serius dengan drama picisan anak umur belasan. Atau kini saat tahu cara mencintai dalam diam ala-ala aktivis X, belum lagi stalking IG dari dan secret admirer efek si cewe ataupun cowo upload foto kece. Karena yang harusnya ngejaga bukan cewe doang kan ya? Dikira ga apa kali kalo cowo juga upload foto ala ala, belum lagi kalo yang dilike juga kebanyakan foto ala ala tadi. Beuh, menyedihkan.

Aku gak paham.

Kata Plato, Everyone is fighting a hard battle that we know nothing about. Hidup ini keras, cenderung kejam. Setiap kita perlu memahami bahwa kesedihan setiap kita berada pada standar yang berbeda. Pun jika sama, yang membedakannya adalah bagaimana respon kita terhadap apa yang terjadi. That’s why terkadang ada orang yang berubah karena masalah yang ia hadapi tak mampu direspon dengan baik oleh hati dan pikiran.

Maka disitulah aku sekarang ini, sisa perjalanan kemarin yang belum benar benar berakhir, ritual sebelum istirahatpun tidak berhasil, memaafkan diri sendiri belum selesai.

Pada titik ini, mencoba menelaah setiap fase yang sudah terlewati, berusaha keras mencari hikmahnya, sembari bertanya sana sini sambil memastikan sedih sedang aman di tempatnya, tidak muncul di depan umum.

Padahal kau tau, tempat berpulang terbaik segala emosi, termasuk sedih, adalah Allah. Dan lihatlah, janji-Nya untuk selalu ada dan mendengar racauan tidak jelas hamba yang tadi sok-sokan bisa menghadapi sendiri ini. Ia selalu ada disana, dalam jarak yang lebih dekat dari urat nadi.

Maka yang seharusnya manusia lakukan adalah meletakkan semuanya.  Meletakkan segala perangkat perasaan hati pada pemilik-Nya. Selesaikanlah dengan dirimu terlebih dahulu. Kemudian, baru selesaikan dengan yang lain. Cobalah beri kepercayaan bulat pada Allah, bahwa ia sebagai Dzat Yang Membolak Balik Hati akan menyelesaikan urusan-urusan ini. Tuntas.

Ada hal yang aku belum tahu sedang dipersiapkan-Nya. Tugasku selanjutnya sebenarnya mudah saja, melanjutkan perjalanan. Sedih biar aman berada di tempatnya. Tanpa perlu harus kuperhatikan dalam-dalam, lamat lamat.

Aku telah menyerahkannya pada Sebaik-Baik Wakil.

‘ala kulli hal, Alhamdulillah

Selasa, 28 Juli 2015

F.A.S.E

Setiap waktu yang bergulir selalu berakhir menjadi sebuah kenangan. Terlepas dari manis ataupun pahit ia tetaplah sebuah kenangan. Tanpa kau sadari pun setiap orang sudah menjadi kenangan dalam bbrapa fase hidupmu. Ah, singkat ternyata. Sangat. Dulu dan sekarang ada sekat yang terbentang panjang. Begitupun dengan orang yang kau temui. Semuanya mendadak samar kau kenali. Karena selama ini kau hanya sibuk memikirkan diri sendiri, tidak mmprhatikan sekitar. Tidak melihat inci demi inci prubahan yang trjadi hingga seolah dunia ini kian mengecil.

Minggu, 10 Mei 2015

Beri Sajalah

Memberi sajalah, maka kau akan jengah untuk menerima
Bukan karena kau tidak ingin, namun kadang ketika menerima adalah hal yang kau pertaruhkan keberadaannya maka cukup sajalah memberi.
Pun kau meronta untuk tetap bersidekap dalam putaran 27 purnama ini,
kau sudah terlalu jauh, Ka
Pun juga kau tak paham, jalani saja
beri saja semuanya
Meski berkali kali kau jatuh tersungkur, berdarah darah
tugasmu hanya taat bukan ?
tak perlu ada konfirmasi
terlebih pembelaan atas kesalahan yang memang tak kau lakukan
biarkan saja
Tuhan lebihbtahu atas apa yang kau lakukan
maka beri sajalah

Rabu, 19 November 2014

Tentang Ketiadaan

Terlalu sering terlihat belum tentu terpikat.
Bahkan untuk hal sesederhana ini juga belum tentu tersentuh.
Banyaknya orang lalu lalang didepannya juga tak membuat bergeming, ditambah banyak yang duduk tanpa alas dengan sebuah mikrofon lantas meminta kesukarelaan hati yang melewatinya.
Ini tentang ketiadaan, atau tentang apa namanya.
Mereka ada ketika kita terpikat dengan suasana pertemuan denganNya
Namun mereka tak melakukan hal yang sama.
Ah dunia ini semakin aneh. Kita hidup waras ditengah dunia yang semakin "gila".
(KAELMANSIA) #MRB #Confused #writing #taste #iwillbackoff


 

Kamis, 09 Oktober 2014

Bagaimana kabarmu hari ini ???

Bagaimana kabarmu hari ini ?
Biasanya sepagi ini kita telah melewati jalan yang sama, menyusuri lorong sempit yang sama walau hanya berjarak sepersekian meter kamu didepan. Pun tak ada yang tahu jika setiap paginya kita melalui rute yang sama menuju tempat tujuan. Tempat tujuan yang hanya aku yang tau jika itu masih sama. Karena kau tak pernah tahu ada yang bersamamu setiap harinya. Jalan yang masih dalam perbaikan saja tahu siapa yang setiap harinya bersamamu, diam diam memperhatikan gerakmu dan kemudian tersenyum kecil entah karena apa. Ya, aku selalu berada tepat 15meter dibelakangmu saat menuju kampus, selalu berusaha menyembunyikan diriku bila kau mulai merasa ada yang mengikuti atau berpura pura mengikat tali sepatu jika kau menoleh kebelakang. Entah apa yang membuatku penasaran hingga berhari hari setiap paginya tak ingin ketinggalan untuk mengikutimu. Mungkin hanya sekedar memastikan kau baik baik saja hingga kampus walau hari itu aku tidak ada kelas. Tapi hari ini, kamu kemana ? Tak ku temukan jejakmu dipertigaan jalan tempat biasa aku melihatmu menutup pintu rumah setiap paginya. Bahkan hari ini aku menunggu lebih awal dari biasanya. Terlambatkah aku ? Ah, kemana kau ? Mungkin jika ada yang bisa menyampaikan apa yang ingin kutanyakan padamu hari ini itu sudah cukup, bagaimana kabarmu hari ini ?
#Ukhuwah #WhatCanIDo???

How should I

Bagaimana jika seseorang yang pernah menciptakan kenangan hadir tiba tiba didepanmu ? Padahal lama sekali kau tidak bertegur sapa dengannya, ia yang dulunya pernah memotivasimu, berusaha melindungi, memberi arahan saat menjadi  perantauan yang walaupun kini kau tahu itu tidak sepenuhnya benar. Lantas bagaimana jika ia hadir tiba tiba tanpa memberitahumu ? Bagaimana juga jika keadaannya kini telah berbeda. Pada saat pertama kau tepat berdiri didepannya, kau menjadi kaku tak berkata sepatah katapun. Dan pun kini kau tahu sang pemilik kenangan itu seolah amnesia ttg bagian yang kau anggap pernah menjadi bagian istimewa. Bagaimana ???? Ya, karena bagaimanapun sebuah kenangan tetaplah menjadi sebuah kenangan. Tidak lebih !!
#Latepost #JustWrite #Ukhuwah