CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 31 Agustus 2013

Nyesek itu ya seperti ini -_-

Apalagi ini -_-

kembali berkutat dengan meja kuliah, kimia analitik, kimia organik dan teman-teman kajian buku ajar itu rasanya kayak naek kora-kora trus muter muter pake ontang anting and akhirnya nembus histeria.

Kuliah kuliah and kuliah, what's on your mind ?
nothing, mengeluh ? Tidak, Ah who cares ?

saya masih betah disini, ya disini dikamar ini
bukan di area keramaian itu (nunjuk kampus yang belum keliatan -_-)

Ya Allah, hamba bukan mengeluh
but, Ah siapa saya !

Allah tahu yang terbaik, so kenapa saya harus mendikteNya



Teruntuk yang tak kuberi inisial -_-



Ada perasaan nyelekit ketika suatu dimensi waktu kembali menyusun deret alfabeth yang sengaja tak kurangkai lagi walau dalam bentuk inisial. Karena terkadang luka itu berderet sendiri untuk mereka ulang sakit yang pernah dirasa. Dendam ? Oh sama sekali tidak !

Kurasa tak perlulah sosok itu kuberi inisial. Tak ada space untuk memoriku tentang sosok itu. Toh sekarang aku nyaman dengan keadaan ini, keadaan dimana aku benar-benar merasa utuh sebagai seorang muslimah :)

Tak etis rasanya jika luka itu kubagi disini, walau sosok tak berinisial itupun tak akan membaca deretan curhatan ini. Cukuplah ini menjadi beberapa inspirasi bagi yang merasa pernah jatuh dan kini mulai bangkit dan sedang mempersiapkan diri lebih baik untuk yang halal nantinya :)

Dan aku tetap tidak akan menyusun alfabeth untuk sosok itu lagi, bahkan inisial pun tidak ! Cukuplah Allah yang menjadi penjaga dan pelindung dikala aku tercekam dalam rindu berkepanjangan :)

Dalam penantian,
di penghujung agustus 2013, 13.50 p.m

Jumat, 30 Agustus 2013

Hujan ini klasik -_-

Tema dan suasana hati yang tak berimbang yang kutanya saat rintikan hujan mulai menyerbu. Hujan yang selalu membuatku merasa sedikit tenang dan terkadang membuatku lupa akan pertengkaran batin yang belum berujung pada titik aman.

Hujan juga yang selalu mengantarkan rasa rindu pada suasana nyaman. Yup, jarang kusesapi rindu sedalam ini, karena hanya dalam hujan aku bisa bereksplorasi dan memberi ruang dihatiku untuk tidak bertingkah sejenak. Rasanya sedikit sakit, seperti luka yang ditetesi  asam asetat walau dalam range pH yang tidak pekat.

Kembali kutarik nafas demi nafas agar aku tak kehilangan moment rindu sedalam ini, saat kembali berkutat dengan keyboard ini pun masih dalam keadaan rinai hujan yang kian lama kian senyap. Ah, rindu ini terlalu. Rindu ini tanpa sapaan dan tujuan.

Tak kuberi kesempatan pada siapapun yang ingin menitip rindu ini pada hujan yang kuanggap milikku. Biarkan aku berspekulasi seperti ini, Toh ini tulisanku dan aku bebas memiliki apapun dalam tulisan ini. Ya, APAPUN ! walau tidak dalam hal milik secara hitam diatas putih. Tetap saja kuanggap hujan ini milikku.


Dititik inilah aku lemah, sebab didetik ini hatiku akan mengikuti alur aliran hujan yang kadang aku berontak untuk mengalir kearah yang sama. Ah, hujan ini terlalu klasik untuk kubagi. Biarkan ia tetap milikku -_-

Well, hatiku sudah berdamai denganmu

Entah untuk siapa kalimat demi kalimat ini ditulis. Aku juga lupa untuk apa tulisan ini diposting, sebab tak ada lagi alasan kenapa aku harus mengingat setiap jejak tentang hal yang sama sekali tak ingin diingat.

Right, tentunya masalah hati yang tak berkelanjutan yang meminta penegasan sikap dari sang Empunya hati. But, apa yang harus kuperjelas ? cukuplah perubahan ini meyakinkan bahwa ini telah berakhir dan sekarang hanya memantaskan diri untuk calon imamku yang entah dimana -_-.

Sejak memutuskan untuk istiqamah dan mulai berbenah diri aku lupa semua tentang hal yang DULUnya kuanggap indah. Ketidakbaikan setelah itupun dapat kuterima dengan hati terbuka bahwa memang bukan dia yang terbaik. Sebab, jika dia yang terbaik tentu dia mengikhlaskan yang terjadi dan mulai berbenah diri juga.


Nyatanya TIDAK, justru lontaran katanya bak meriam masa perjuangan yang menghantam ulu hati dan memekakkan telinga "kan dari dulu aku udah bilang, aku gag suka cewek alim".

Yup, duniaku serasa gelap saat itu saat pertama untuk kedua kalinya kuutarakan maksud hati untuk berhijab syar'i. Ya, itu yang kedua. Yang pertama akhir desember tahun lalu tepat seminggu sebelum ulang tahunku kunyatakan hal baik itu. But, ternyata saat itu syetan memanfaatkan dengan baik keraguanku.

Ah, entahlah. Cukup itu menjadi pelajaran bahwa janji Allah itu pasti. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya. Well, hatiku sudah berdamai denganmu. Kehidupan kita masih berlanjut. Pun kini aku nyaman dengan penantian ini. Man shabara Zhafira :)



Rabu, 28 Agustus 2013

Nilai sebuah kepantasan :(

Ah, entahlah. ada batin yang terasa tergugat saat deretan keyboard ini mulai menari. Pasalnya ada rasa perih yang tak terbendung ketika semalam aku ditanya oleh tetangga dekat rumah nenek "kakak anak pesantren ya ?".

lantas pemikiranku mulai jauh dan bertanya "aku ga pantas ya berbusana tertutup (kecuali wajah dan telapak tangan) serta mengenakan jilbab yang menutupi seluruh area dada (menjulur panjang) ?". 

memang pertanyaan mereka wajar mengingat fashion aku yang dulunya hanya mengenakan kaos dan bawahan ponggol tanpa jilbab (yup, dulunya saya gadis tomboy yang tak memliki selembar rok pun dirumah, but aku juga gg punya satupun celana jeans) sebab aku gg suka pake jeans, and kalo kenapa gg punya rok ya karena gg pernah kemana2. Back to my purpose, jika masa lalu seseorang dikaitkan dengan perubahan kearah yang lebih baik yang ditunjukkan dalam tingkah  nyata apakah harus ada diskriminasi ? apa ada patokan seseorang dikatakan pantas menjadi "alim"? Ah, kubiarkan mereka berspekulasi :)
Keep istiqamah Kaa :)

Depan layar Laptop, 23.46 p.m

Selasa, 27 Agustus 2013

Masya Allah ! ini baru WOW, Pemuda Cerdas yang Hafidz :)

Siapa coba, yang tidak tertarik dengan remaja sholih nan tampan ini. Masih muda, 17 tahun, hafal Qur’an. Hari gini anak muda bisa hafal Qur’an itu 1000.000 : 1. Apalagi anak muda Indonesia. Susah mencari remaja yang model si Fatih ini di Indonesia. Dan suara Fatih ini merdunya hampir sama dengan Mishari Rasheed. Pokoknya mendengarkan suara Fatih, membuat kita bergetar dan semakin merasakan bahwa begitu indahnya Firman  Allah.
Remaja Indonesia (sebagian) yang sekarang terkenal dengan remaja hura-hura. Perokok, pergaulan bebas, pecandu narkoba dan sejenisnya. Mungkin mereka sudah kehilangan sosok figur (idola) yang bisa ditiru. Generasi sebelum mereka kebanyakan mencontohkan hal yang tidak baik, sehingga mungkin sedikit bisa dimaklumi mereka juga akhirnya rusak seperti itu.
Fatih Seferagic bisa menjadi satu figur remaja yang layak dicontoh untuk remaja. Untuk itu, mungkin diperlukan lagi berita tentang dia dan terus dibagikan ke remaja seluruh dunia terutama Indonesia. Syukur-syukur kalau bisa menghadirkan sosoknya ke sini.
Dialah pemuda itu. Hafiz Qur’an, bersuara indah dan tampan pula. Masyaallah.. Tinggal dan menetap di Amerika Serikat bukan menjadi alasan baginya untuk tidak menghafal AL-Qur’an. Akhi berkebangsaan  Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang tinggal di Texas, AS. Pada umur 4 tahun ia pindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4 tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana ia memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qurannya.
Sejatinya ia baru memulai menghafal Al-Qur’an pada usia 9 tahun dan menuntaskan hafalannya dalam 3 tahun, alias menjadi hafiz pada usia 12 tahun (catat! 12 tahun!). Ia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syekh Qari Zahid dan Qari Abid.  Sekarang sambil sekolah, ia juga mengajar Al Qur’an dan menjadi ketua remaja mesjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas.
Itu di Amerika loh, di negara adikuasa yang sama-sama kita tahu Islam masih menjadi minoritas. So, bagaimana dengan kita?
di negara INDONESIA yang mayoritas adalah umat Islam. Sudah hafal berapa juz? Sudah berapa ayat hari ini?
#tanyakan pada diri sendiri
MANJADDA WAJADA!
Bukan masalah tempat, bukan masalah usia.
Hanya masalah kemauan dan kesungguhan.
Sungguh, betapa indahnya jika mampu menghafal 30 juz
Berikut ini page Fatih Seferagic di Facebook : https://www.facebook.com/fatihseferagic
Sumber : http://nbayti.blogspot.com, http://hadiahdi.wordpress.com/

Senin, 26 Agustus 2013

Pacaran itu mahal, mending disedekahin duitnya :)

apapun itu bentuknya, pacaran itu MAHAL!! MULAI DARI CUMA NONTON DVD DI RUMAH,MUTER-MUTER DOANG ataupun pacaran jarak jauh . pernah nggak agan ngitung cost kamu pacaran? coba kite hitung ya

PACARAN NONTON DVD DI RUMAH:
DVD (beli 10 gratis 1) Rp.70.000
biaya parkir beli DVD Rp. 1.000
bensin motor (pertamax 5 literan) Rp. 40.000
MARTABAK SPECIAL (sogokan bokapnya) Rp.28.000
nasi goreng (dimakan pas nonton Rp.20.000
mie goreng (emaknya minta juga) Rp.10.000
jatah preman adiknya (biar nggak rese) Rp.15.000
sekoteng (iseng abis nonton) Rp.10.000
kembang tahu (bapaknya ikut iseng) Rp.7.500
kembang tahu (8 keponakannya lg nginep) Rp.50.000
TOTAL= Rp.251.500
GOKIL!!!Nonton dvd di rumah aja agan harus ngeluarin duit 250rb? are u nutsss?!? dengan 250rb agan bisa bayar sekolah 1 BULAN

PACARAN NONTON FILM DI BIOSKOP
bensin mobil (30 liter, jemput ke BSD soalnya)Rp.234.000
karcis bioskop (premiere,gengsi dong) Rp.200.000
dinner (sushi lah,biar gaul) Rp.230.000
FROZEN yoghurt (dessert penambah gaul) Rp.75.000
photobox(biar ada kenang-kenangan klo kgen) Rp.50.000
pizza large (sogokan buat pulang malem) Rp.75.000
action figure (buat adiknya yg ultah) Rp.150.000
parkir (3 jam) Rp 10.000
TOTAL = Rp.1.024.000
WHAATTT?!? nonton bioskop aja sampe 1 JUTA??sick! di luar sana banyak yang bisa hidup dgn 1 juta/bulan.dan agan ngabisin dalam waktu SEMALEM??
hahaha ..royal !


PACARAN MUTER2 NAIK MOBIL
salon mobil(biar mbil rapih,nggak malu-maluin)Rp.200.000
bensin mobil (50 liter,mobil lu jip boros) Rp.400.000
belanja snack(buat ngemil spanjang jalan) Rp.100.000
beli CD (buat didengerin spanjang jalan) Rp.150.000
beli CD (adeknya nitip) Rp.150.000
lagi-lagi beli Cd (kali ini bokapnya nitip)Rp.150.000
upgrade sound system (pamer dikit) Rp.2.500.000
bayar tilang(lo nggak punya SIM) Rp.75.000
bengkel body & paint(lo nabrak tiang) Rp.6.000.000
bayar polisi(biar mobil lo nggak ditahan) Rp.2.000.000
TOTAL = Rp.11.727.000

SINTIIIINGGG!!! jalan muter kota naik mobil aje hampir ngeluarin 12 JUTA!itu bisa buat liburan ke singapore 1 minggu!!mewah banget agan

Kamis, 22 Agustus 2013

Foto detik-detik sebelum kematian dan kecelakaan :|

foto detik-detik sebelum kematian dan kecelakaan. Kagum, mengerikan, dan memberi peringatan untuk kita agar lebih berhati-hati serta berdoa sebelum melakukan aktifitas.

kecelakaan-pesawat

tabrakan

tertimpa-pohon

terjun-payung-gagal

jatuh

dimakan-buaya

tsunami

dimakan-singa

kucing

diseruduk-banteng

ditabrak-pesawat

kena-bola

dimakan-buaya

kecelakaan-kereta

dimakan-beruang

kecelakaan-sepeda

kecelakaan-mobil

jembatan-gantung
 
 
 
 
 

Rabu, 21 Agustus 2013

Teruntukmu yang membisu dalam kenangan :)

Apa yang harus dikatakan pada langit yang selalu menyaksikan, pada laut yang selalu bergemuruh atau pada bumi yang kian bosan ditapaki oleh makhluk Allah yang bertitle "MANUSIA", mungkin bagimu ini hal kecil yang dengan over confident nya kau yakin Allah akan mengampuni. tapi bagiku ? Hei, ini sulit. Keimananku tak sekuat Ummu Fatimah atau setegar Ummu Hafsah. Aku hanya berbagi hal yang kupikir layak untuk kubagi dalam kepentingan ukhuwah, tidak lebih. Namun jika ini menyulitkanmu dan tak membuatmu sedikit peka apalagi tersentuh, ini diluar batas dan kemampuanku sebagai hamba-Nya. Dan jika kau merasa terusik dengan semua "ocehanku", aku masih akan terus mengingatkanmu sampai akhirnya aku benar-benar merasa hanya itu yang bisa kulakukan. Akupun akan tersenyum dengan lepas jika suatu saat HIDAYAH itu kau dapat. Aamiin ya Rabb 

Tapaktuan, 20 Agustus 2013 at 14.05 p.m
Dalam perenungan panjang -_-




Masa Peralihan :)

Lama rasanya jari jari ini tak berkutat lama didepan layar laptop dengan se-abrek inspirasi yang kadang hanya tercurah via facebook atau twitter yang hanya 140 karakter.

Agak canggung juga ketika mulai texted dengan keyboard yang sedikit berdebu tak terawat karena pemiliknya terlalu sibuk dengan Andro (read : Android = Hp gue),

Gag terlalu sibuk juga si kayak petugas KPK, tapi ya lumayan memeras keringat dan pikiran.
What's going on ?

Tiba-tiba saja aku ingin menulis lagi dan punya azzam buat ngurus lebih baik blog ini. kasian blognya jadi korban tugas TI pas SMA, blognya udah berulang kali revisi, mulai dari template, widget and soon yang menurut gue "alay" banget kalo jaman SMA di compare sama jaman gue kuliah :D

Hmm, maklumin ya kalo postingan blog kali ini agak "GAJE". Gue masih masa peralihan

*maklumin juga kata ganti yang dipakai ada 2, orangnya tetep sama kok ^.^

Tapaktuan, 19 Agustus 2013 at 20.50 p.m

Rabu, 14 Agustus 2013

STATUSMU DAN INBOXMU DICATAT OLEH MALAIKAT ~

HATI HATI TULIS STATUS MULUTMU HARIMAUMU
STATUSMU DAN INBOXMU DICATAT OLEH MALAIKAT
“INGATLAH JIKA PERBUATAN DAN HATI AKAN DIHISAB DI AQHIRAT NANTI” [ 21:1]
Tanpa kita sadari, setan menggangu kita melalui situs ini. Jika kita tidak berhati-hati dan koreksi diri kita dapat terjerumus dalam berbagai dosa & maksiat. Demi Masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.
Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.
Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi setan yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’
Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.
Wuiih……mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya, apapun, diketahui orang , dikomentarin orang bahkan mohon maaf ….’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook , setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?” —— kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “Mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen2 nakal bermunculan…
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…. ”, —-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu….” —-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ? ’—-langsung berpuluh2 komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih ” .
Dan ribuan status-status yang numpang jahilliyah dan pengen ada komen-komen dari lainnya.
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg di dalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah…., yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya . Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang Humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab, “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata, “Baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah….
Ingatlah Abdurahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga .
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.
catatan
***” Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.”
Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas” entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.
> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc….
_______________________________________________#
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)
Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai
“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)
(M. H. Anggana Deh)

Wahai Suami, Dengarlah Cerita Isterimu!





Tak kurang sebagaian dari kita yang pulang dan menyegerakan mandi dan menuju halaman untuk mengurus tanaman atau hewan piaraan kesayangan.
 Saat kita pulang,  hanya anak-anak terlihat menyambut di pintu. Sementara isteri yang “full time house wife” itu masih melanjutkan kesibukannya yang sangat padat sejak pagi; melipat baju, menyetrika, membersihkan halaman ataumengepel lantai.
 Tak nampak ada drama seperti layaknya di sinetron, bagaimana istri menyambut dan menyediakan minuman untuk suaminya, sambil suami merebahkan badan di sofa empuk “italian set” nya.
Bagi isteri yang juga wanita karir, berharap pulang secepatnya. Sepanjang perjalanan berharap agar badan segera berada di depan pintu. Namun ketika tiba di rumah, masing-masing ternyata masih juga dengan urusannya sendiri.  Alangkah ruginya kita menpunyai pasangan yang halal tetapi hubungan kita seperti “bukan muhrim“, seolah bukan suami-istri.
 Sudah lebih delapan jam lamanya kita meninggalkan rumah dan sibuk berjibaku dengan urusan kantor, masih pula ditambah dengan hubungan yang hambar di rumah. Tentu tak ada yang kita nikmati keindahan berkeluarga. Sebagaimana kata-kata hikmah yang mengatakan,  “Rumahku Syurgaku“.
 Mengapa bisa terjadi demikian? Mari kita lihat bersama. Saat masih baru menikah, istri kita selalu menyambut tepat di depan pintu dengan senyum manisnya dan memimpin kita ke kursi bahkan ke bilik tidur. Saat-saat itu, tak lupa ia bercerita banyak hal tentang peristiwa-peristiwa yang dialami sepanjang hari.
 Macam-macam ceritanya. Kadang tak terlalu penting untuk kita dengar.  Tetapi, saat itu kita dengan rela menyediakan waktu secara seksama mendengarkannya.  Bahkan dengan penuh perasaan. Tetapi, kebiasaan seperti itu terjadi ketika masih menikmati awal keindahan pernikahan. Tetapi seiring waktu berlalu, semuanya itu hanya tinggal kenangan.
Wahai suami-suami yang dimuliakan,
 Memang kita lebih sibuk dari dia. Boleh jadi kita lebih banyak memikirkan masalah. Bahkan mungkin jauh lebih berat dari dia. Entah urusan masyarakat, politik sampai negara. Memang rasanya malas mendengar ceritanya, apalagi jika itu hanya urusan-urusan kecil.Tetapi, pernahkah kita pikirkan hasilnya jika kita mendengar barang sekejab saja saat kita sampai di rumah?
 Bahkan ketika di masa awal pernikahan dulu,  di saat kita terbiasa menjadi pendengar yang baik, meluangkan waktu sekedar lima menit untuk mendengar ceritanya, rasanya ada energi yang ia peroleh. Bahkan mengangguk-angguk dan berpura-pura setuju atas semua ceritanya  membuat suasana seperti lain. Dia seolah merasakan satu-satunya orang yang beruntung dan paling bergembira hari itu.
 Suasana ini otomatis akan berbalas dengan perasaan nyaman baginya. Tentusaja berakibat pada pelayanan dan belaian kasih mesra. Kusut-masai selama separoh harinya yang ia gunakan untuk membersihkan lantai, merapikan rumah dan memasak menu kegemaran kita, akan terurai hanya sekejab atas kesanggupan kita mendengarnya senua cerita ‘tidak pentingnya’ itu.
 Tak butuh waktu lama wahai para suami, hanya lima menit saja yang perlu kita luangkan untuknya, tetapi dampaknya 24 jam untuk hari berikutnya. Begitulah seharusnya kita jaga harmonisasi ini.
 Niatkan di hati kita untuk mendengar ceritanya saat di rumah. Jika kurang begitu penting, hindarilah singgah untuk membuang waktu yang sesungguhnya milik keluarga. Apalagi nongrong di cafe, makan dan minum dengan rekan kantor atau teman yang hanya akan menyebabkan perasaan isteri kita terluka.
 Ingatlah, ia telah berusaha semaksimal mungkin menarik hatimu, namun ketika engkau sampai di rumah semuanya seolah kita tak perlu pelayannya. Apalagi ketika pulang, dirimu sudah dalam keadaan kenyang dan dia hanya melewatkan masa-masa indah makan bersama itu sendirian.
 Tak ada salahnya bertanya hal-hal remeh padanya, “Ada berita baik apakah hari ini?” dan dengarkan apa yang ingin ia keluhkan. Yakinlah, sebulan saja kita amalkan, istri mu akan kembali bangkit energinya.
 Tak lama, istri dan anakmu telah siap menyambut di depan pintu dengan senyumannya yang menggoda. Tentu saja yang beruntung bukan orang lain, tapi dirimu juga.
Hidayatullah.com—