CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 10 Desember 2013

Beginilah hari ini

Hujan menyapa saat kuparkirkan si pink didepan belokan kampus. kutegakkan tanpa lagi menaruh helm sebelum aku beranjak pergi. ya, aku lupa membawa helm. bahkan lebih tepatnya aku sengaja meninggalkannya.

langkah kaki gontai tanpa rasa was was jikalau dosen sudah masuk akhir-akhir ini mulai menjangkiti dan semakin candu. aku menikmati setiap keterlambatan yang ada tanpa sedikitpun merasa cemas (lagi). hal yang tidak pernah kulakukan semenjak SD-awal semester 3. tapi itu aku lakukan saat di akhir semester 3. Ah, hal kecil yang tak perlu ku risaukan bukan ? Asal tak ku caci dosen bahkan melemparinya dengan buku tebal kurasa tidak apa -_-

-Lobi lantai 1-
jadwal kuliah yang seharusnya pukul 08.00 ku dispensasi 15 menit untuk lebih memperlambat gerakku. jarang aku senyaman dan se-enjoy ini menjalani perkuliahan

Minggu, 08 Desember 2013

Cerpen : Yang Hilang Saat Hujan Turun

Saat hujan mengidentikkan dirinya dengan basah, perempuan berpayung kuning itu malah menutup payungnya dan membiarkan baju kemeja abu-abu motif kotak-kotak basah terkena keroyokan hujan. sepertinya ia begitu menikmati keroyokan itu. perempuan yang melawan arus saat turunan air langit itu mendongakkan kepala sembari tersenyum lega. begitu menikmati...

Disaat yang sama lelaki yang sedang berteduh ria dibawah bangunan bertingkat penuh aksen klasik hanya menatap aneh perempuan berpayung kuning itu. matanya tidak mengerjap sedikitpun, ia tak habis pikir dengan suasana hujan deras seperti ini ada perempuan yang dengan sengaja menenggelamkan dirinya dalam ribuan bahkan jutaan air langit.

Ia tak berani menyapa, tak ingin mengacaukan susana si pemilik payung kuning. namun rasa penasarannya terus menuntut agar pertanyaan itu terjawabkan. bukannya apa, ia hanya ingin bertanya mengapa gadis itu terlalu menikmati rintikan hujan yang turun.

Tak berapa lama gadis berpayung kuning lewat dihadapannya masih dengan ekspresi yang sama. Gadis itu berjalan pelan dan bahkan tak terdengar derap langkahnya. namun lelaki masih membisu penuh tanya,  lidahnya terasa kaku untuk mulai menyapa dan tidak ingin mengusik si gadis.

Gadis berlalu dari pendangan dan mulai hilang diujung jalan. ia hilang bersama hujan yang mulai reda.

Limpok, 8 Desember 2013
#Repost

Senin, 04 November 2013

Deadline, Failed -_-

Last update 14 Oktober yak ?
-_-

Maaf guys, akhir-akhir ini aku sibuk dan menyibukkan diri
aku bahkan kabur dari penglihatan mereka didunia maya,
jenuh rasanya menjalani rutinitas kompleks tanpa refreshing barang setengah haripun

Banyak komitmen yang sudah aku langgar dalam agenda 2bulan yang lalu,
bahkan ada prinsip yang harus direvisi, bukan karena ego
tapi tuntutan lingkungan -_-

Ya, sekarang pembawaan memang lebih tenang
tapi menghasilkan kekalutan yang fluktuasinya jauh diatas normal
Akunya yang salah !
Akunya yang sepele !
Dan akunya yang plin-plan !

Harusnya tidak ada postingan seperti ini,
Harusnya tidak ada keluhan ini,
Dan harusnya tidak di tanggal ini -_-

Seperti apa ?
Harus bagaimana ?
Dan seandainya
_________________________________
SYNTAX ERROR


Kalut, 04 November 2013
18.14
When drizzle come late -_-

Senin, 14 Oktober 2013

Unpredictable -_- !!!

Hanya gema takbir yang kudengar saat ini, diiringi gemurug mercon yang saling sahut menyahut,
Aih, malam apa ini ?
Aku berusaha mendengar sejelas-jelasnya, memperhatikan dengan fokusnya dan tetap saja.
Ternyata ini sungguhan !

Aku masih terdiam ketika alfabeth mulai berderet berteriak ingin mendapat giliran untuk diketik.
Tentunya dengan expresi sendu, bukan seperti saat ini seakan keyboard akan lari pontang panting menghindari telunjuk kanan dan kiriku -_-

Ada pasalnya mengapa malam ini aku bercerita, bukan karena iseng
Bukan pula karena ngejar deadline postingan blog,
Ini hanya karena tuntutan hati yang ingin memekakkan telinga atas apa yang terjadi diluar sana, membiarkan telinga ini tuli beberapa waktu dan seolah mata ini buta dalam waktu yang entah kapan akan berdamai -_-

Saat keyboard ini masih menaripun aku masih melirik deretan TL yang penuh dengan suasan Idul Adha, belum lagi status diFB yang penuh dengan bahasan kurban.
Aku bergidik, menyeringai dan menelan ludah.
Hening !







Sabtu, 12 Oktober 2013

Hey, it's holiday. But ?

I am still confuse when type each words -_-

Holiday ? what dou you think when hear this word first ?
Family, Village, or bla bla bla

Yup, ini liburan guys
Liburan selama seminggu yang sayang sekali hanya akan kuhabiskan dirantau orang :)
Apa yang disayangkan ?
Tidak bertemu orang tuakah ?
Atau
Tidak dapat merasakan lezatnya sop daging kurban ?
Aih, bukan itu
Hanya tidak dapat langsung bersimpuh didepan orang tua dengan mata berkaca-kaca dan dengan suara parau setengah berbisik "maaf lahir batin Bu, maaf lahir batin Ayah"

Ya, padahal baru sebulan lalu aku meninggalkan rumah.
Tapi, rindu ini membuncah ketika disatu kelas dilantai 3 riuh dengan obrolan MUDIK
Sedang aku ?
Hanya menjadi pendengar dan dengan expresi datar mengangguk pura pura mengerti apa yang mereka ceritakan.
Ketika ditanya " kapan pulang Ka ?"
"Eh (menyeringai sembari menelan ludah) gag pulang lebaran kali ini (expresi berpura pura bahkan nyaris sangat wajar )
Raga dikampus, hati dikampung (Aih, bahasa cengeng untuk bulan ini :D)

Alasan mengapa tidak pulang ?
Hm, tidak ada rasa yang kuat kembali ke kampung.
Bukan tidak rindu, hanya akan lebih baik tidak !!!
Biar saja aku yang menyimpan alasan itu :)

Sengaja kutorehkan sedikit kata hati disini, karena hanya akan percuma jika kuceritakan pada makhluk bernyawa. Sebab, mereka tidak benar-benar merasakan apa yang dirasa. Mereka hanya mencoba menghibur dan sedikit peduli :) Semua usaha mereka semakin meyakinkan bahwa mereka layak dipertahankan dengan status "teman"

Untuk Ibunda, doaku disini selalu menyertai dengan penuh takzim dan tanpa putus.
Untuk Ayah, Rindu ini masih berlanjut entah sampai kapan
Ah, lagi lagi tanganku harus menyeka tepian mata
Bahkan ini sudah kuhindari seminggu terakhir -_-
Untuk Adik Adik, Kakak disini baik baik saja. Tentu saja tetap dengan kalian yang selalu menginspirasi dalam setiap tulisan kakak :)

Peluk cium hangat dari Ananda :)

Selasa, 08 Oktober 2013

What's happen with them ??? -_-

Lama sekali rasanya aku tak mengutak atik keyboard ini dalam waktu yang lama, ya seperti yang sedang yang saya lakukan saat ini. Lebih seminggu !!!

Banyak yang terjadi dalam seminggu ini yang tak cukup aku tuliskan dalam 1 postingan saja (cieelee, ntar tunggu aja postingan selanjutnya)

Aku rindu !!!
itu kata pertama ketika aku buka dashboard blog, tak ada pilihan saat ini untuk berpikir. Kata itu yang langsung bermain di keyboard -_-

Sosial media juga tak terjamah dalam kurun waktu seminggu ini, jangankan untuk menjawab what's happening di wall facebook, untuk berkicau di twitter juga TIDAK. Pentingkah ? Untuk saat ini tidak !

Aku punya kesibukan lain saat ini, tidak untuk mengurus sosial media yang mulai jarang kujawab, tidak juga untuk kepoin status beberapa orang atau sekelompok orang. Ah, who cares ? Gag peduli berapa kali dia sudah ganti foto profil, ganti ava, buat status alay, pasang foto di group dan sekelumit hal nyampah lainnya !!! SAMA SEKALI TIDAK PEDULI

Sempat dia mengirim pesan singkat, namun hal tak penting tak seharusnya aku ladeni kan guys ?
Sementara yang lain sibuk pasang foto profil dengan editan aplikasi camera baru, wajah yang standar diubah bak artis dengan tujuh tingkat polesan make up untuk menghadiri pesta dansa.
Arrrrrrrrggggh, what's happen with them ? Bergaya dengan wajah yang dibuat buat plus expresi yang beraneka sudut bibir yang aku tak menghitung berapa besar sudut yang terbentuk. Arrggh, lagi lagi ini membingungkan !!!

Belum lagi tentang explorasi mereka yang mempunyai pasangan belum halal added a new photo sedang dalam jarak yang cukup dekat. Pamerkah ? Ih, apa yang perlu dipamerin hal yang JELAS banget DOSAnya gitu. Pengen nginap diNERAKA berapa lama emang ?

Bukankah Tuhan telah menciptakan mereka dalam sebaik baik bentuk, lah kok malah gag bersyukur yah ?
Bukankah juga Tuhan adalah tempat kita curhat, tapi kok malah meratap di socmed yah ?
Bukankah Tuhan juga telah berjanji bahwa lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya. Lah kenapa kita begitu yakin pacar kita adalah jodoh kita ? And kalo Tuhan udah janji gitu kenapa kita masih gag mau menjemput jodoh kita dengan cara yang baik ?
BIGTHINK !!!

Enough ???
Yup, cukup dulu kayaknya postingan aku tentang hal aneh plus shock batin yang aku alami seminngu terakhir, maaf kalo ada kata kata yang tidak berkenan. And kalo ada yang baca blog aku trus ngerasa tokoh diatas mirip tingkah mereka aku minta maaf secara gag langsung. Toh aku gag nyebutin nama kan guys ? :D

Well, Aku masih, terus dan akan tetap rindu :)*


*please find the one that i mean :)

Senin, 30 September 2013

Dulu putih, sekarang abu abu :|

This writing just continued by the last posting before

dulunya dia orang terdekat yang tahu setiap aktivitas yang gue lakuin (aktivitas yang wajar maksud gue),
walaupun dalam masalah keluarga, gue gg pernah curhat ke dia, palingan cuma curhat masalah feeling atau paling banter masalah selera musik yang emang kita klop banget (bikin rusuh kelas dengan duet GAJE), Yup, dia sahabat gue :D. Dia udah punya doi guys, tenang saja :D Gue masih istiqamah kok :)

akhir tahun 2012 tepatnya sebelum ultah gue, gue habisin lusinan tisu (dalam rangka curhat) disalah satu cafe yang sebelumnya emang lagi pengen en ngebet banget pengen es ccream vanila coklat.
But, insiden lusinan tisu itu hancurin nafsu gue buat rasain tu es cream, 'coz jangankan rasain nyolek cup nya aja enggak.


Gengsi ? bukan !
gag mungkin banget gue yang udah bersimbah air mata dengan lusinan tisu mendadak diem dan nyicip tuh es cream (tengsin :D)

Yup, itu saat gue lagi dalam ujian besar buat ninggalin kehidupan dunia (proses pencarian hidayah) dan dia adalah orang pertama yang dukung gue :) buktinya dengan hadiah kerudung besar berwarna abu abu dengan ornamen bunga. It's so nice, right ?


Taraaaa, dan akhirnnya gue seperti ini (ada proses yang bersifat privasi yang gag mungkin gue expose disini guys, sorry :) ), gue yang udah mulai berpakaian muslimah dengan jilbab yang tidak terawang lagi, baju dengan potongan panjang dan tidak membentuk lekukan lagi dan mulai sedikit demi sedikit membiasakan memakai pansus (sedih rasanya nganggurin sepatu kets abu abu gue). But, i'm so really that it's will make me nearly with Allah.

Dia adalah salah satu orang yang menjadi perantara gue dalam pencarian Tuhan dan hidayahNya.

Namun pertengahan 2013 ada hal yang membuat batin gue terkapar, dia yang gue kenal adalah dia yang rajin sholat, hoby ngaji dan gue pikir dia bakalan gag macem2 (dalam artian macem macem ruang lingkup pemikiran gue tentunya) sama si doi. Buttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt, serasa dunia mengecil dan sangat kerdil waktu gue buka WA and liat foto profilnya lagi sama si doi yang belum mahramnya tapi akrab banget.


Jealous ? Not at all >.<
disaat yang sama gue bener bener kehilangan orang terdekat gue guys, bagaimana tidak ? dia adalah orang yang nasehatin gue untuk gag seperti itu dan dia nyaksiin sendiri isakan tangis gue dengan lusinan tisu itu.
Arrrggggggggghhhhhhhhhhhh, what should i do ?
Dia yang dulunya putih sekarang abu abu :(


*gue berharap suatu saat entah kapan, dimana dan bersama siapa, dia baca tulisan gue ini. Bukan untuk temuin gue ataupun minta maaf, ya mungkin hanya untuk sekedar mengenang lusinan tisu itu. (Sebab gue gag berharap banyak lagi, itu kehidupan dia guys :| )

Serasa nelan ribuan pil guys, nyesek !



Dalam ketersayatan persahabatan kala itu,
Limpok, 30 September 2013
21.05 p.m



Jumat, 27 September 2013

Abnormal, Katanya !

Because of Abnormal


Hidup dalam lingkungan yang bukan dunia loe itu rasanya gimana guys ?
nyesek ga ?
Well, apapun jawaban kalian gue hargai (goceng cukup :D *balikbadanlangsungkabursebelumditimpukin)

Right, itu yang gue rasain saat ini. Gue ngerasa habitat gue sekarang ga cocok lagi sama keadaan batin gue.
semenjak gue dapat hidayah dan mulai membatasi diri untuk tidak terlibat dalam kegiatan ga penting itu gue ngerasa diri gue dijajah sama lingkungan yang sama sekali gag mendukung gue untuk bertindak lebih baik.

Gue ga nyalahin temen temen gue, bagaimanapun mereka turut andil dalam pencarian hidayah gue 6 bulan yang lalu. Sebab, dari mereka gue belajar bagaimana perbandingan ukhuwah. Gue juga gag nyalahin mereka yang belum berniat kearah yang lebih baik (nyari hidayah), 'coz harus dari gue nya yang pinter buat milah milah waktu kapan buat dakwah dan kapan buat having fun (bukan hura hura)

Karena seharusnya yang terjadi adalah, gue bisa buat mereka terinspirasi dengan semua kisah hidup orang-orang yang susah payah nyari TuhanNya dan segala kebenaran tentangNya. Yup, nyatanya gue belum ngelakuin itu, Susah guys, sebab mereka adalah orang orang yang sudah pernah menempuh jalur dakwah dan kemudian jatuh kejurang hedonisme. So, mereka udah bosan sama dakwah dan gag pengen lagi kehidupan mereka dibatasi oleh syariat yang menurut mereka terlalu mengekang.

Right, merekalah orang orang terdekat gue.
But, emang ada yang beda ketika gue dekat sama temen temen baru gue (temen yang mulai akrab sejak gue berusaha jadi muslimah total). 'coz selalu ada yang nasehatin gue, waktu gue tertata dengan baik dan nyaris gag ada waktu yang terbuang sia sia guys. Beneran !

That's why i call abnormal !
Terhimpit rasanya hidup dalam kehidupan dua dimensi seperti ini, ruang gerak gue terbatas.
Salah gue yang gg bisa tegas sama diri gue sendiri.

Semua karena logika gue yang gag bisa berdamai dengan nurani gue,
Abnormal, Katanya !

Rabu, 25 September 2013

Because that's balances :|

Yup, nggak berapa lama gue posting tentang "amanah" yang gue terima, sekarang gue beneran dapat cobaan.
Right, Let balances !
Semua berpasangan bukan ? Ya, begitu juga dengan cerita dalam kehidupan.
Tak ada yang perlu disalahkan, disesalkan, bahkan ditangisi.
Itu mutlak guys :)

Well, si andro bertingkah (read : samsung android gue) lagi, SD card nya unread and fatalnya lagi terformat otomatis. Yup, all data lose. PERFECT !
nangis ? Nggak segitunya sih.
nyesal ? Nggak ada alasan nyesal, apa yang harus disesalin coba !
Lebih tepatnya ini menjadi hikmah,

Right, hikmahnya adalah gue harus ngumpulin duit dari hasil keringat gue sendiri (ciieeleee) biar ntar ada yang nemenin si andro. Selama ini si andro emang gag sendiri si, dia ditemenin Si Kia (HP yang sekarang berumur 7tahun ditangan gue :D).

Because of that, gue udah nyusun planning buat mgumpulin duit.
Terobsesi ? Gag la, gue cuma mulai sadar kalo semua yang terjadi itu pasti ada hikmah yang bisa gue ambil (bukan nyolong, tapi ambil :D)

that's balances, is it right ? Benarkan saja guys, walau dalam keadaan setengah menggeleng :D
Planning pertama gue adalah apply CV n surat lamaran ke lembaga bimbingan belajar, doain ya guys :)

And the trouble one that, flashdisk gue dipinjem temen sementara berkasnya paling telat diantar besok.
Ya Tuhan,
(jangan lola, CV n surat lamaran gue ada dalam flashdisk itu, Arrghhh),
sekelebat pikiran ada dalam otak gue saat ini mikir gimana besoknya. Pasalnya gue beda kelas sama dia. Ya Allah semoga besok gue bisa ketemu dia dikampus (syukur2 kalo dia ada kelas, if not :( Huuuft)

Ya Allah, gue gag minta gue dilulusin dalam test itu. Gue cuma berharap kalo gue gag lulus, gue diberi kekuatan nerima kenyataannya tanpa harus air mata gue netes :( (karena sebenarnya gue cengeng pake banget, but gag ada yang tahu guys. Yup, gue selalu ceria depan temen2 gue. Dan bakalan gg ada yang nygka kalo gue cengeng sebelum gue nangis depan mereka. But gue gg akan biarin hal itu terjadi. Because teman2 gue punya hak atas keceriaan gue *numpangcurcol, MAAF :D)

i will back to my purpose :)
and the last one, please give praying for me :)

Senin, 23 September 2013

Why ? (Seperti Terkotak Kotak)



Why ?
Ah, apalah arti sebuah judul,"keluhku"
whereas that's is an important thing before i write down on my blog, but today Arrrggggggggggghhh


Yup, hari ini mod nya lagi ga balance. Meskipun udah dhuha tetep aja bawaanya ga mod. Ya Rabb, why ?
why why why why and why ? Ah, lebay rasanya terlalu memikirkan hal yang sifatnya absurd
aku juga bingung harus memulai topik ini darimana.

Dear my blog, bosan rasanya berkutat sama perkuliahan.
Menurut orang yang "dekat" sama aku mungkin gag akan nyangka aku koar koar diblog gini ('coz in fact i am a silent one), tujuan koar koar bukan karena saya dihadapkan akan masalah yang besar, Toh saya punya Allah yang maha besar :) Allahughayatuna!

Well, gag mod itu biasa terjadi dalam diri aku.
apalagi dengan rutinitas seabrek yang ada, dimana harus ngunyah ikatan kimia, ngemil kimia organik, makan kimia analitik, dan "cara makan" lain tentang kimia :|
Belum lagi kalo harus kekampus dengan merangkak, padahal kota ini gag sebesar Jakarta yang super macet :| Huuft (kurang ngerti ekspresi apa ini)

Commonly i just sit in front of laptop to make different one thing on my blog
But today i just type all of keyboard randomly without sense.

Rabu, 18 September 2013

First Day to Adapt

Well well well, tahu hari ini hari apa ?
entahlah, aku lupa. Bahkan padahal aku tak ingin mengingatnya secara detail apalagi harus ngubek ngubek si Andro buat liat kalender :|

But, ada sedikit memori yang tertinggal (padahal gag ada yang lupa tentang hari ini)
Baiklah, ini hari pertama aku di kelas baru. Right, seperti posting sebelumnya aku udah beberin tentang beberapa nikmat yang Rabb titipin buat aku that is join in international class program :)

Ya Ampun, Rasanyaaaaaaaaaaa kayak keluar dari rimba raya trus masuk jurang yang dangkal tapi kesangkut dibatuan besar. Rasanya JLEB :D (bahasa makhluk depresi)

Bukan language nya yang dipermasalahin, apalagi materinya (InsyaAllah sedikit tahu) But the condition and situation are so make my mind crowded :(

Parahnya lagi dikelas ngerasa kayak orang asing yang tiba tiba salah masuk kelas dan telat sadar masuk kelas yang salah and akhirnya terjebak dikelas karena ada tugas kelompok yang dibagi secara acak dan gue salah satunya :D (kontroversi bahasa)

Yup, i must adapt :) step by step slowly and still focus on my goal
Allah ghayatuna, tidak akan ini melebihi kemampuan jika Allah telah memberikan amanah ini untuk di emban :)
Alhamdulillah :) One of my goal was reached

Selasa, 17 September 2013

Nikmat itu "....."

Ya Allah, nikmat ini terlalu berlebih :)
But, hamba yakin ini yang terbaik
Sebab, bukankah nikmat ini amanah ?
Ya, hamba anggap ini amanah ya Allah :)

Baiklah, sedikit saya akan berbagi
- awal nikmat ini dimulai ketika saya memulai hari sebelum fajar dengan QL (read qiyamul lail), lama rasanya saya tidak bangun di dua pertiga malam itu. Right, iman saya saat itu labil dan kian futur :|
Dipagi harinya pun saya dhuha dan berhajat kepada yang maha Kaya semoga semua jalan saya dimudahkan.


Saya mengikuti test tentor disebuah lembaga bimbingan belajar, tentunya dengan harapan besar untuk lolos dan mulai mendapat sedikit pengalaman bagaimana cara mengajar. 1 jam cukup rasanya menyelesaikan 10 soal hitungan yang "bebal".

- Saya mengikuti test menjadi asisten lab dan Alhamdulillah lulus :)
- Tidak lama kemudian saya mendapat sms bahwa saya lolos test tulis dan harus mengikuti test micro teaching
- Saya terpilih menjadi komisaris leting (KOMTING) :) *hihi
- Saya masuk program kelas Internasional :)
- Saya mengikuti wawancara menjadi Mentor UP3AI (program matakuliah agama)

Ya Allah, ini berlebih :)
Alhamdulillah :)
*To be continue....


Sabtu, 14 September 2013

Bebal Rasanya -_-

Entah !
Kata itu yang saat ini tepat untuk mewakili perasaan hati yang kian hari terusik hal hal diluar logika.


Sepertinya aku memang perlu berdiam diri beberapa waktu menghindari hiruk pikuk dunia luar dan tetap berada diruang ini.
Paling tidak beberapa waktu, but entahlah !

ya, bebal rasanya jika terus berada dalam posisi tidak normal seperti ini -_-
Tidak normal ? YA

Atau ada argumen lain tentang ketidaknormalan ini ?
Ah, who cares ?

Tetap saja bebal rasanya, sebab hatiku sulit berdamai dengan logika.
Sebab lagi dan lagi logika itu tak terlogikakan.

Bebal Rasanya -_-

Sabtu, 07 September 2013

Life it like a camera

Life it like a camera

Focus on what's important to you


And you will capture it perfectly :)





Senin, 02 September 2013

Kalian Tidak Pernah Tahu Papua -_-

Saya lahir dan di besarkan di tanah Papua, tepat 28 tahun yang lalu. Dan kedua orang tua saya pun meninggal dan dikebumikan di tanahnya. Sebab itu pula,saya memiliki keterikatan batin dengan Papua, rumah dan keluarga saya semua berada di sana.

Anak-anak Papua – Tempo

Sudah 3 bulan ini saya tinggal di Jakarta, tak tahu juga mengapa saya bisa cukup lama meninggalkan kampung halaman saya. Padahal, bagi saya tak ada tempat yang lebih indah, nyaman, tentram, rukun dan damai seperti di Papua.

Perbedaan suasana dan kondisi yang saya rasakan begitu kental sekali, kalau di Papua semua orang ramah ketika melihat orang baru, dan jam 9 malam semua aktifitas dan kebisingan jalan sudah tak terdengar lagi.

Sungguh nyaman berada disana,tenang dan asyik buat melepaskan lelah.berbanding terbalik dengan ibukota ini, ibukota yang kotor, sesak, bising, berdebu, dan tak pernah ramah.

Selain itu juga, kehidupan beragama di Papua saling menghormati dan penuh toleransi, jujur saja saya seorang muslim, tapi tak pernah saya dan keluarga saya bahkan warga muslim lainnya disana yang pernah di dzalimi.

Tak ada perbedaan disana, hati kecil saya berkata, mungkin Indonesia yang sebenarnya adalah Papua dan bukan pulau jawa. Berbagai macam suku, ras dan agama semua berbaur menjadi satu disana, tapi selalu damai dan tenteram sejauh ini.

Peta Papua – Ist

Mengapa kondisi di Papua tak sama dengan yang terjadi di ibukota ini, bukankah seharusnya disini lebih menerima dan welcome terhadap berbagai perbedaan,sebab Jakarta ibukota negara, ibu dari kami yang adalah rakyat indonesia.

Terlalu banyak pengekangan dan pelecehan SARA di sini, agama lain tak pernah tenang menjalankan ibadahnya disini. Mereka ada yang diusir dan dijauhi. Apa kalian sadar? Negara kita bukan hanya berisikan satu agama saja, itu sudah ada jauh sebelum kita semua ada, tindakan FPI yang memalukan kami umat muslim yang berada di Papua, yang merantau dan mencari sesuap nasi di atas tanah yang mayoritas penduduknya nasrani.

Tapi,mereka tak pernah mendzalimi kami,mereka begitu menghormati dan memperlakukan kami secara manusiawi, mereka toleran dengan ibadah kami.

Sedangkan disini, bertebaran orang-orang egois yang mengatasnamakan agama, merusak, dan memecah belah persatuan bangsa indonesia.

Satu pesan buat saudara-saudara muslim saya, kalian tidak pernah menginjakkan kaki di tanah Papua, jadi kalian tidak pernah tahu Papua!! Kalian mesti pergi ke Papua, dan membuka mata kalian di sana..

Bahwa umat beragama di sana hidup rukun tanpa membedakan ras,suku,dan agama..

#biarkan damai-MU selalu ada di sana di Papuaku..


sumber ]
sudibyo hafis 02 Sep, 2013

Sabtu, 31 Agustus 2013

Nyesek itu ya seperti ini -_-

Apalagi ini -_-

kembali berkutat dengan meja kuliah, kimia analitik, kimia organik dan teman-teman kajian buku ajar itu rasanya kayak naek kora-kora trus muter muter pake ontang anting and akhirnya nembus histeria.

Kuliah kuliah and kuliah, what's on your mind ?
nothing, mengeluh ? Tidak, Ah who cares ?

saya masih betah disini, ya disini dikamar ini
bukan di area keramaian itu (nunjuk kampus yang belum keliatan -_-)

Ya Allah, hamba bukan mengeluh
but, Ah siapa saya !

Allah tahu yang terbaik, so kenapa saya harus mendikteNya



Teruntuk yang tak kuberi inisial -_-



Ada perasaan nyelekit ketika suatu dimensi waktu kembali menyusun deret alfabeth yang sengaja tak kurangkai lagi walau dalam bentuk inisial. Karena terkadang luka itu berderet sendiri untuk mereka ulang sakit yang pernah dirasa. Dendam ? Oh sama sekali tidak !

Kurasa tak perlulah sosok itu kuberi inisial. Tak ada space untuk memoriku tentang sosok itu. Toh sekarang aku nyaman dengan keadaan ini, keadaan dimana aku benar-benar merasa utuh sebagai seorang muslimah :)

Tak etis rasanya jika luka itu kubagi disini, walau sosok tak berinisial itupun tak akan membaca deretan curhatan ini. Cukuplah ini menjadi beberapa inspirasi bagi yang merasa pernah jatuh dan kini mulai bangkit dan sedang mempersiapkan diri lebih baik untuk yang halal nantinya :)

Dan aku tetap tidak akan menyusun alfabeth untuk sosok itu lagi, bahkan inisial pun tidak ! Cukuplah Allah yang menjadi penjaga dan pelindung dikala aku tercekam dalam rindu berkepanjangan :)

Dalam penantian,
di penghujung agustus 2013, 13.50 p.m

Jumat, 30 Agustus 2013

Hujan ini klasik -_-

Tema dan suasana hati yang tak berimbang yang kutanya saat rintikan hujan mulai menyerbu. Hujan yang selalu membuatku merasa sedikit tenang dan terkadang membuatku lupa akan pertengkaran batin yang belum berujung pada titik aman.

Hujan juga yang selalu mengantarkan rasa rindu pada suasana nyaman. Yup, jarang kusesapi rindu sedalam ini, karena hanya dalam hujan aku bisa bereksplorasi dan memberi ruang dihatiku untuk tidak bertingkah sejenak. Rasanya sedikit sakit, seperti luka yang ditetesi  asam asetat walau dalam range pH yang tidak pekat.

Kembali kutarik nafas demi nafas agar aku tak kehilangan moment rindu sedalam ini, saat kembali berkutat dengan keyboard ini pun masih dalam keadaan rinai hujan yang kian lama kian senyap. Ah, rindu ini terlalu. Rindu ini tanpa sapaan dan tujuan.

Tak kuberi kesempatan pada siapapun yang ingin menitip rindu ini pada hujan yang kuanggap milikku. Biarkan aku berspekulasi seperti ini, Toh ini tulisanku dan aku bebas memiliki apapun dalam tulisan ini. Ya, APAPUN ! walau tidak dalam hal milik secara hitam diatas putih. Tetap saja kuanggap hujan ini milikku.


Dititik inilah aku lemah, sebab didetik ini hatiku akan mengikuti alur aliran hujan yang kadang aku berontak untuk mengalir kearah yang sama. Ah, hujan ini terlalu klasik untuk kubagi. Biarkan ia tetap milikku -_-

Well, hatiku sudah berdamai denganmu

Entah untuk siapa kalimat demi kalimat ini ditulis. Aku juga lupa untuk apa tulisan ini diposting, sebab tak ada lagi alasan kenapa aku harus mengingat setiap jejak tentang hal yang sama sekali tak ingin diingat.

Right, tentunya masalah hati yang tak berkelanjutan yang meminta penegasan sikap dari sang Empunya hati. But, apa yang harus kuperjelas ? cukuplah perubahan ini meyakinkan bahwa ini telah berakhir dan sekarang hanya memantaskan diri untuk calon imamku yang entah dimana -_-.

Sejak memutuskan untuk istiqamah dan mulai berbenah diri aku lupa semua tentang hal yang DULUnya kuanggap indah. Ketidakbaikan setelah itupun dapat kuterima dengan hati terbuka bahwa memang bukan dia yang terbaik. Sebab, jika dia yang terbaik tentu dia mengikhlaskan yang terjadi dan mulai berbenah diri juga.


Nyatanya TIDAK, justru lontaran katanya bak meriam masa perjuangan yang menghantam ulu hati dan memekakkan telinga "kan dari dulu aku udah bilang, aku gag suka cewek alim".

Yup, duniaku serasa gelap saat itu saat pertama untuk kedua kalinya kuutarakan maksud hati untuk berhijab syar'i. Ya, itu yang kedua. Yang pertama akhir desember tahun lalu tepat seminggu sebelum ulang tahunku kunyatakan hal baik itu. But, ternyata saat itu syetan memanfaatkan dengan baik keraguanku.

Ah, entahlah. Cukup itu menjadi pelajaran bahwa janji Allah itu pasti. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya. Well, hatiku sudah berdamai denganmu. Kehidupan kita masih berlanjut. Pun kini aku nyaman dengan penantian ini. Man shabara Zhafira :)



Rabu, 28 Agustus 2013

Nilai sebuah kepantasan :(

Ah, entahlah. ada batin yang terasa tergugat saat deretan keyboard ini mulai menari. Pasalnya ada rasa perih yang tak terbendung ketika semalam aku ditanya oleh tetangga dekat rumah nenek "kakak anak pesantren ya ?".

lantas pemikiranku mulai jauh dan bertanya "aku ga pantas ya berbusana tertutup (kecuali wajah dan telapak tangan) serta mengenakan jilbab yang menutupi seluruh area dada (menjulur panjang) ?". 

memang pertanyaan mereka wajar mengingat fashion aku yang dulunya hanya mengenakan kaos dan bawahan ponggol tanpa jilbab (yup, dulunya saya gadis tomboy yang tak memliki selembar rok pun dirumah, but aku juga gg punya satupun celana jeans) sebab aku gg suka pake jeans, and kalo kenapa gg punya rok ya karena gg pernah kemana2. Back to my purpose, jika masa lalu seseorang dikaitkan dengan perubahan kearah yang lebih baik yang ditunjukkan dalam tingkah  nyata apakah harus ada diskriminasi ? apa ada patokan seseorang dikatakan pantas menjadi "alim"? Ah, kubiarkan mereka berspekulasi :)
Keep istiqamah Kaa :)

Depan layar Laptop, 23.46 p.m

Selasa, 27 Agustus 2013

Masya Allah ! ini baru WOW, Pemuda Cerdas yang Hafidz :)

Siapa coba, yang tidak tertarik dengan remaja sholih nan tampan ini. Masih muda, 17 tahun, hafal Qur’an. Hari gini anak muda bisa hafal Qur’an itu 1000.000 : 1. Apalagi anak muda Indonesia. Susah mencari remaja yang model si Fatih ini di Indonesia. Dan suara Fatih ini merdunya hampir sama dengan Mishari Rasheed. Pokoknya mendengarkan suara Fatih, membuat kita bergetar dan semakin merasakan bahwa begitu indahnya Firman  Allah.
Remaja Indonesia (sebagian) yang sekarang terkenal dengan remaja hura-hura. Perokok, pergaulan bebas, pecandu narkoba dan sejenisnya. Mungkin mereka sudah kehilangan sosok figur (idola) yang bisa ditiru. Generasi sebelum mereka kebanyakan mencontohkan hal yang tidak baik, sehingga mungkin sedikit bisa dimaklumi mereka juga akhirnya rusak seperti itu.
Fatih Seferagic bisa menjadi satu figur remaja yang layak dicontoh untuk remaja. Untuk itu, mungkin diperlukan lagi berita tentang dia dan terus dibagikan ke remaja seluruh dunia terutama Indonesia. Syukur-syukur kalau bisa menghadirkan sosoknya ke sini.
Dialah pemuda itu. Hafiz Qur’an, bersuara indah dan tampan pula. Masyaallah.. Tinggal dan menetap di Amerika Serikat bukan menjadi alasan baginya untuk tidak menghafal AL-Qur’an. Akhi berkebangsaan  Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang tinggal di Texas, AS. Pada umur 4 tahun ia pindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4 tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana ia memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qurannya.
Sejatinya ia baru memulai menghafal Al-Qur’an pada usia 9 tahun dan menuntaskan hafalannya dalam 3 tahun, alias menjadi hafiz pada usia 12 tahun (catat! 12 tahun!). Ia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syekh Qari Zahid dan Qari Abid.  Sekarang sambil sekolah, ia juga mengajar Al Qur’an dan menjadi ketua remaja mesjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas.
Itu di Amerika loh, di negara adikuasa yang sama-sama kita tahu Islam masih menjadi minoritas. So, bagaimana dengan kita?
di negara INDONESIA yang mayoritas adalah umat Islam. Sudah hafal berapa juz? Sudah berapa ayat hari ini?
#tanyakan pada diri sendiri
MANJADDA WAJADA!
Bukan masalah tempat, bukan masalah usia.
Hanya masalah kemauan dan kesungguhan.
Sungguh, betapa indahnya jika mampu menghafal 30 juz
Berikut ini page Fatih Seferagic di Facebook : https://www.facebook.com/fatihseferagic
Sumber : http://nbayti.blogspot.com, http://hadiahdi.wordpress.com/

Senin, 26 Agustus 2013

Pacaran itu mahal, mending disedekahin duitnya :)

apapun itu bentuknya, pacaran itu MAHAL!! MULAI DARI CUMA NONTON DVD DI RUMAH,MUTER-MUTER DOANG ataupun pacaran jarak jauh . pernah nggak agan ngitung cost kamu pacaran? coba kite hitung ya

PACARAN NONTON DVD DI RUMAH:
DVD (beli 10 gratis 1) Rp.70.000
biaya parkir beli DVD Rp. 1.000
bensin motor (pertamax 5 literan) Rp. 40.000
MARTABAK SPECIAL (sogokan bokapnya) Rp.28.000
nasi goreng (dimakan pas nonton Rp.20.000
mie goreng (emaknya minta juga) Rp.10.000
jatah preman adiknya (biar nggak rese) Rp.15.000
sekoteng (iseng abis nonton) Rp.10.000
kembang tahu (bapaknya ikut iseng) Rp.7.500
kembang tahu (8 keponakannya lg nginep) Rp.50.000
TOTAL= Rp.251.500
GOKIL!!!Nonton dvd di rumah aja agan harus ngeluarin duit 250rb? are u nutsss?!? dengan 250rb agan bisa bayar sekolah 1 BULAN

PACARAN NONTON FILM DI BIOSKOP
bensin mobil (30 liter, jemput ke BSD soalnya)Rp.234.000
karcis bioskop (premiere,gengsi dong) Rp.200.000
dinner (sushi lah,biar gaul) Rp.230.000
FROZEN yoghurt (dessert penambah gaul) Rp.75.000
photobox(biar ada kenang-kenangan klo kgen) Rp.50.000
pizza large (sogokan buat pulang malem) Rp.75.000
action figure (buat adiknya yg ultah) Rp.150.000
parkir (3 jam) Rp 10.000
TOTAL = Rp.1.024.000
WHAATTT?!? nonton bioskop aja sampe 1 JUTA??sick! di luar sana banyak yang bisa hidup dgn 1 juta/bulan.dan agan ngabisin dalam waktu SEMALEM??
hahaha ..royal !


PACARAN MUTER2 NAIK MOBIL
salon mobil(biar mbil rapih,nggak malu-maluin)Rp.200.000
bensin mobil (50 liter,mobil lu jip boros) Rp.400.000
belanja snack(buat ngemil spanjang jalan) Rp.100.000
beli CD (buat didengerin spanjang jalan) Rp.150.000
beli CD (adeknya nitip) Rp.150.000
lagi-lagi beli Cd (kali ini bokapnya nitip)Rp.150.000
upgrade sound system (pamer dikit) Rp.2.500.000
bayar tilang(lo nggak punya SIM) Rp.75.000
bengkel body & paint(lo nabrak tiang) Rp.6.000.000
bayar polisi(biar mobil lo nggak ditahan) Rp.2.000.000
TOTAL = Rp.11.727.000

SINTIIIINGGG!!! jalan muter kota naik mobil aje hampir ngeluarin 12 JUTA!itu bisa buat liburan ke singapore 1 minggu!!mewah banget agan

Kamis, 22 Agustus 2013

Foto detik-detik sebelum kematian dan kecelakaan :|

foto detik-detik sebelum kematian dan kecelakaan. Kagum, mengerikan, dan memberi peringatan untuk kita agar lebih berhati-hati serta berdoa sebelum melakukan aktifitas.

kecelakaan-pesawat

tabrakan

tertimpa-pohon

terjun-payung-gagal

jatuh

dimakan-buaya

tsunami

dimakan-singa

kucing

diseruduk-banteng

ditabrak-pesawat

kena-bola

dimakan-buaya

kecelakaan-kereta

dimakan-beruang

kecelakaan-sepeda

kecelakaan-mobil

jembatan-gantung
 
 
 
 
 

Rabu, 21 Agustus 2013

Teruntukmu yang membisu dalam kenangan :)

Apa yang harus dikatakan pada langit yang selalu menyaksikan, pada laut yang selalu bergemuruh atau pada bumi yang kian bosan ditapaki oleh makhluk Allah yang bertitle "MANUSIA", mungkin bagimu ini hal kecil yang dengan over confident nya kau yakin Allah akan mengampuni. tapi bagiku ? Hei, ini sulit. Keimananku tak sekuat Ummu Fatimah atau setegar Ummu Hafsah. Aku hanya berbagi hal yang kupikir layak untuk kubagi dalam kepentingan ukhuwah, tidak lebih. Namun jika ini menyulitkanmu dan tak membuatmu sedikit peka apalagi tersentuh, ini diluar batas dan kemampuanku sebagai hamba-Nya. Dan jika kau merasa terusik dengan semua "ocehanku", aku masih akan terus mengingatkanmu sampai akhirnya aku benar-benar merasa hanya itu yang bisa kulakukan. Akupun akan tersenyum dengan lepas jika suatu saat HIDAYAH itu kau dapat. Aamiin ya Rabb 

Tapaktuan, 20 Agustus 2013 at 14.05 p.m
Dalam perenungan panjang -_-




Masa Peralihan :)

Lama rasanya jari jari ini tak berkutat lama didepan layar laptop dengan se-abrek inspirasi yang kadang hanya tercurah via facebook atau twitter yang hanya 140 karakter.

Agak canggung juga ketika mulai texted dengan keyboard yang sedikit berdebu tak terawat karena pemiliknya terlalu sibuk dengan Andro (read : Android = Hp gue),

Gag terlalu sibuk juga si kayak petugas KPK, tapi ya lumayan memeras keringat dan pikiran.
What's going on ?

Tiba-tiba saja aku ingin menulis lagi dan punya azzam buat ngurus lebih baik blog ini. kasian blognya jadi korban tugas TI pas SMA, blognya udah berulang kali revisi, mulai dari template, widget and soon yang menurut gue "alay" banget kalo jaman SMA di compare sama jaman gue kuliah :D

Hmm, maklumin ya kalo postingan blog kali ini agak "GAJE". Gue masih masa peralihan

*maklumin juga kata ganti yang dipakai ada 2, orangnya tetep sama kok ^.^

Tapaktuan, 19 Agustus 2013 at 20.50 p.m

Rabu, 14 Agustus 2013

STATUSMU DAN INBOXMU DICATAT OLEH MALAIKAT ~

HATI HATI TULIS STATUS MULUTMU HARIMAUMU
STATUSMU DAN INBOXMU DICATAT OLEH MALAIKAT
“INGATLAH JIKA PERBUATAN DAN HATI AKAN DIHISAB DI AQHIRAT NANTI” [ 21:1]
Tanpa kita sadari, setan menggangu kita melalui situs ini. Jika kita tidak berhati-hati dan koreksi diri kita dapat terjerumus dalam berbagai dosa & maksiat. Demi Masa, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.
Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.
Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi setan yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’
Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.
Wuiih……mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya, apapun, diketahui orang , dikomentarin orang bahkan mohon maaf ….’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.
Fenomena itu bernama facebook , setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?” —— kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “Mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…” kemudian komen2 nakal bermunculan…
Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi…. ”, —-kemudian komen2 pelecehan bermunculan.
Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya …., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu….” —-lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.
Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ? ’—-langsung berpuluh2 komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih ” .
Dan ribuan status-status yang numpang jahilliyah dan pengen ada komen-komen dari lainnya.
Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg di dalam foto tersebut sudah berjilbab
Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria….
Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.
Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah…., yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya . Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang Humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab, “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata, “Baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah….
Ingatlah Abdurahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga .
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.
catatan
***” Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela.”
Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas” entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.
> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc….
_______________________________________________#
Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)
Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai
“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)
(M. H. Anggana Deh)

Wahai Suami, Dengarlah Cerita Isterimu!





Tak kurang sebagaian dari kita yang pulang dan menyegerakan mandi dan menuju halaman untuk mengurus tanaman atau hewan piaraan kesayangan.
 Saat kita pulang,  hanya anak-anak terlihat menyambut di pintu. Sementara isteri yang “full time house wife” itu masih melanjutkan kesibukannya yang sangat padat sejak pagi; melipat baju, menyetrika, membersihkan halaman ataumengepel lantai.
 Tak nampak ada drama seperti layaknya di sinetron, bagaimana istri menyambut dan menyediakan minuman untuk suaminya, sambil suami merebahkan badan di sofa empuk “italian set” nya.
Bagi isteri yang juga wanita karir, berharap pulang secepatnya. Sepanjang perjalanan berharap agar badan segera berada di depan pintu. Namun ketika tiba di rumah, masing-masing ternyata masih juga dengan urusannya sendiri.  Alangkah ruginya kita menpunyai pasangan yang halal tetapi hubungan kita seperti “bukan muhrim“, seolah bukan suami-istri.
 Sudah lebih delapan jam lamanya kita meninggalkan rumah dan sibuk berjibaku dengan urusan kantor, masih pula ditambah dengan hubungan yang hambar di rumah. Tentu tak ada yang kita nikmati keindahan berkeluarga. Sebagaimana kata-kata hikmah yang mengatakan,  “Rumahku Syurgaku“.
 Mengapa bisa terjadi demikian? Mari kita lihat bersama. Saat masih baru menikah, istri kita selalu menyambut tepat di depan pintu dengan senyum manisnya dan memimpin kita ke kursi bahkan ke bilik tidur. Saat-saat itu, tak lupa ia bercerita banyak hal tentang peristiwa-peristiwa yang dialami sepanjang hari.
 Macam-macam ceritanya. Kadang tak terlalu penting untuk kita dengar.  Tetapi, saat itu kita dengan rela menyediakan waktu secara seksama mendengarkannya.  Bahkan dengan penuh perasaan. Tetapi, kebiasaan seperti itu terjadi ketika masih menikmati awal keindahan pernikahan. Tetapi seiring waktu berlalu, semuanya itu hanya tinggal kenangan.
Wahai suami-suami yang dimuliakan,
 Memang kita lebih sibuk dari dia. Boleh jadi kita lebih banyak memikirkan masalah. Bahkan mungkin jauh lebih berat dari dia. Entah urusan masyarakat, politik sampai negara. Memang rasanya malas mendengar ceritanya, apalagi jika itu hanya urusan-urusan kecil.Tetapi, pernahkah kita pikirkan hasilnya jika kita mendengar barang sekejab saja saat kita sampai di rumah?
 Bahkan ketika di masa awal pernikahan dulu,  di saat kita terbiasa menjadi pendengar yang baik, meluangkan waktu sekedar lima menit untuk mendengar ceritanya, rasanya ada energi yang ia peroleh. Bahkan mengangguk-angguk dan berpura-pura setuju atas semua ceritanya  membuat suasana seperti lain. Dia seolah merasakan satu-satunya orang yang beruntung dan paling bergembira hari itu.
 Suasana ini otomatis akan berbalas dengan perasaan nyaman baginya. Tentusaja berakibat pada pelayanan dan belaian kasih mesra. Kusut-masai selama separoh harinya yang ia gunakan untuk membersihkan lantai, merapikan rumah dan memasak menu kegemaran kita, akan terurai hanya sekejab atas kesanggupan kita mendengarnya senua cerita ‘tidak pentingnya’ itu.
 Tak butuh waktu lama wahai para suami, hanya lima menit saja yang perlu kita luangkan untuknya, tetapi dampaknya 24 jam untuk hari berikutnya. Begitulah seharusnya kita jaga harmonisasi ini.
 Niatkan di hati kita untuk mendengar ceritanya saat di rumah. Jika kurang begitu penting, hindarilah singgah untuk membuang waktu yang sesungguhnya milik keluarga. Apalagi nongrong di cafe, makan dan minum dengan rekan kantor atau teman yang hanya akan menyebabkan perasaan isteri kita terluka.
 Ingatlah, ia telah berusaha semaksimal mungkin menarik hatimu, namun ketika engkau sampai di rumah semuanya seolah kita tak perlu pelayannya. Apalagi ketika pulang, dirimu sudah dalam keadaan kenyang dan dia hanya melewatkan masa-masa indah makan bersama itu sendirian.
 Tak ada salahnya bertanya hal-hal remeh padanya, “Ada berita baik apakah hari ini?” dan dengarkan apa yang ingin ia keluhkan. Yakinlah, sebulan saja kita amalkan, istri mu akan kembali bangkit energinya.
 Tak lama, istri dan anakmu telah siap menyambut di depan pintu dengan senyumannya yang menggoda. Tentu saja yang beruntung bukan orang lain, tapi dirimu juga.
Hidayatullah.com—