Saat hujan mengidentikkan dirinya dengan basah, perempuan berpayung kuning itu malah menutup payungnya dan membiarkan baju kemeja abu-abu motif kotak-kotak basah terkena keroyokan hujan. sepertinya ia begitu menikmati keroyokan itu. perempuan yang melawan arus saat turunan air langit itu mendongakkan kepala sembari tersenyum lega. begitu menikmati...
Disaat yang sama lelaki yang sedang berteduh ria dibawah bangunan bertingkat penuh aksen klasik hanya menatap aneh perempuan berpayung kuning itu. matanya tidak mengerjap sedikitpun, ia tak habis pikir dengan suasana hujan deras seperti ini ada perempuan yang dengan sengaja menenggelamkan dirinya dalam ribuan bahkan jutaan air langit.
Ia tak berani menyapa, tak ingin mengacaukan susana si pemilik payung kuning. namun rasa penasarannya terus menuntut agar pertanyaan itu terjawabkan. bukannya apa, ia hanya ingin bertanya mengapa gadis itu terlalu menikmati rintikan hujan yang turun.
Tak berapa lama gadis berpayung kuning lewat dihadapannya masih dengan ekspresi yang sama. Gadis itu berjalan pelan dan bahkan tak terdengar derap langkahnya. namun lelaki masih membisu penuh tanya, lidahnya terasa kaku untuk mulai menyapa dan tidak ingin mengusik si gadis.
Gadis berlalu dari pendangan dan mulai hilang diujung jalan. ia hilang bersama hujan yang mulai reda.
Limpok, 8 Desember 2013
#Repost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar